Senin, 05 September 2011

in the time they are a changin'

 
the Times they are A-changin' - Bob Dylan


dunia memang terus berputar, waktu terus berjalan tanpa bisa dicegah. terkadang manusia terbirit-birit, tertatih terpelanting bahkan tehempas ketika berusaha sekedar membuat waktu terhenti.







Kamis, 28 Juli 2011

the resurrection

wow...it's been a long-long time since the last time i post on this blog ......  m ( _ _ ) m

seperti biasa kesibukan pasti menjadi kambing hitam ketika sesuatu mulai ditinggalkan dan dilupakan ...
dan atas nama "kesibukan" itu juga saya mencari pembenaran atas "kemalasan" untuk sekedar menulis satu dua kata di blog ini   (*°∀°)=3

ok... mulai saat ini dan detik ini saya lanjutkan lagi blog ini ........... (kalo gak males hehe..)

nah karena udah lama juga gak nulis, jadi mohon maaf kalo agak2 gimana gitu gaya bahasa dan tulisannya :D
sebagai gantinya saya ganti foto2 aja lah, berhubung ceritanya lagi demen Foto2-an yang sekedar gaya-gayaan (^_^;)


so here it is, my come back post



in to the light.





Senin, 20 Desember 2010

Beach Time

" Bike"
this is an easy way and cheap transportation to travel all over "the beach". u can find it rented in almost every corner of the beach


"Sunset Ride"


Selasa, 14 Desember 2010

A new Hobbies

Wow... it's been 6 month since the last time i wrote on this blog, it's been that long huh .... i've never realize that the times goes so fast, and this blog has turned into some freakin' "graveyard". ok let start this all over again (^_^)

My Introduction to Photography

1 month ago "i don't know anything bout photography !! "

as the time goes on .....

today " i only know how to press the shutter button" :hammer: 

i used to play football n' basketball in my college day, but ever since the graduation i found it hard to gather some friend ... and day by day that "fun" routines activities has become a "sometimes" activities. so i need a new hobbies, a new routines activities, a perfect gateway  from something scary called "boredom".

then a friend of mine introduce me to something interesting called "Photography".  to be honest, from the day i touch a friends DSLR camera and then bought ones,  i only know how to press the shutter just like a "point and shoot" digital camera, i don't know anything bout any special technique or any theory bout photography. but i keep press the shutter, learning a technique by doing it, and it's fun.... it's amazingly fun. learning something new is always an enjoyable things and that's what matters.  (^0^)

my crappy "shoot"

-The Green-  this actually my work place ^_^


-another angle of the green-

Senin, 12 Juli 2010

Tentang "Sempurna"

You can shine your shoes and wear a suit
You can comb your hair and look quite cute
You can hide your face behind a smile
One thing you can't hide
Is when you're crippled inside

You can wear a mask and paint your face
You can call yourself the human race
You can wear a collar and a tie
One thing you can't hide
Is when you're crippled inside
- Cripple Inside by John Lennon -

Piala dunia berakhir juga dengan menyisakan kantuk sisa begadang yang teramat sangat dihari senin... halah.
dan setelah selama sebulan penuh disuguhi tontonan sepakbola ciamik tim-tim unggulan dunia, akhirnya kembalilah televisi pada rutinitas andalannya "Sinetron" ....

bye..bye bulan tanpa sinetron, dan selamat datang kembali sandiwara penjual mimpi hehe...

by the way, ngomongin soal Sinetron televisi memang penuh kontradiksi tampaknya, disatu sisi sinetron merupakan hiburan masyarakat untuk sekedar lari dari realitas dengan "jualan-jualan mimpinya" dan disisi lain sinetron dengan segala cerita, kemewahan, kesempurnaanya, penokohan jahat dan baik yang dengan suksesnya membentuk perspektif masyarakat kedalam satu nilai-nilai materialistis.

liat saja bagaimana sinetron kita manjabarkan kekayaan dan kekuasaan dengan gambaran kemewahan yang sangat berlebihan, rumah besar seperti istana lengkap dengan kolam renangya, penggambaran tokoh yang serba glamour, seksi, menor lengkap dengan kendaraan-kendaraan mewahnya yang  dibuat dengan kesan "sempurna". sementara disatu sisi penggambaran kemiskinan yang sangat-sangat melarat, dengan rumah yang atap-atapnya bolong atau bahkan rumah-rumah kardus yang menjabarkan dengan fasihnya "penderitaan kemiskinan".

atau penokohan protagonis yang begitu baik tanpa cela, selalu sabar walaupun dianiyaya seberat apapun oleh si tokoh protagonis yang digambarkan "amit-amit" jahatnya.

dan akhirnya si penonton pun digiring kedalam perspektif-perspektif "mimpi" yang materialistis, menjadikan artis sebagai panutan, layaknya dewa dewi "kesempurnaan" dengan segala penampilan, gaya, dan kemewahannya. penonton pun meniru gaya dan penampilan para selebritis, menjadikan kemewahan sebagai simbol tingkatan sosial.

dan jadilah masyarakat kita sebagai masyarakat korban sinetron, dengan segala komersialitasnya. menjual mimpi-mimpi tentang kesempurnaan.

"sempurna, emang ada manusia yang sempurna ??"


semua orang itu sama, tidak ada yang sempurna. tidak ada sesuatu hal yang membuat seseorang lebih agung dari orang lain, "nobody perfect, body and soul". semua orang diberikan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kelebihan yang berbeda-beda memang, tapi perbedaan itulah yang mendorong manusia agar saling bekerja sama dalam kesetaraan, saling melengkapi.

so, everyone is cripple inside. no need to be a copy cat or something like that, just be your self .... proud of your self :)

seperti kata Bob dylan dalam lagunya It's alright ma (i'm only bleeding) : "even the president of the United States Sometimes must have to stand naked", or even our greatest prophet is only Human which are not perfect. 

i'm a cripple too, just like all of us. thats why i need someone to complete me,  a friend to hang on to, and a family to share my tears n happiness. 





*gambar dipinjam dari showbusinessweekly

Senin, 21 Juni 2010

Semacam: Hajatan Tuan Media

Bulan ini Tuan media menggelar suatu hajatan besar, panggung pun sudah digelar oleh sang Tuan Media dengan mengutus anak-anaknya Si Infotainment dan si Berita-beritaan untuk mengurus segala keperluannya.

panggung menampilkan sebuah Dagelan dengan lakon "Video Mirip Porno" yang dibintangi oleh 3 orang ahli hibur rakyat, si tuan vokalis terkenal, si nona dahsyat, dan si nyonya presenter. dagelan dengan lakon "vodeo mirip porno" itu pun tampil menghibur masyarakat dua puluh empat jam penuh selama hampir 3 minggu tanpa henti, dan rencana nya pun tak akan dulu dihentikan sebelum Istri Tuan Media, Nyonya Rating memerintahkan agar dagelan Berhenti. memang dagelan ini dipersembahkan khusus sebagai kado Tuan media kepada istrinya Nyonya Rating untuk menunjukan dalamnya Cinta Tuan Media kepada istrinya itu.


Minggu, 02 Mei 2010

Some Culture Jokes


kena tag di postingnya one of my friend tentang bedanya Asians and Westerners. rada-rada stereotip sich, tapi disisi lain ada benernya atau malahan banyak benernya yah :) 

here it Goes : 
Asians = show in Red
Westerners = Show in BLue


1) opinion 












Westerners: Talk to the point
Asians: Talk around the circle, especially if opinions are different



2) Way of life 
Westerners: individualism, think of himself or herself.
Asians: enjoy gathering with family and friends, solving their problems, and know each other's business.


(3) Punctuality 
Westerners: on time.
Asians: in time.

Selasa, 13 April 2010

Semacam "Awal Baru"

Wow…wow… and wow.. it’s been a year since the last time I posted something in this blog (halah lebay J).
Ternyata mengurus sebuah blog itu dibutuhkan sebuah dedikasi yang tinggi, salut buat para Blogger yang bisa konsisten exist di dunianya (two Thumb up for you mate ). Ok well… enough for the Chit chat, I guess starting this day, I wanna start to be more consistent to do something (but I can’t promise haha).
Ternyata dalam 4 bulan terakhir hidup berjalan begitu cepat, banyak sekali yang terjadi tanpa bisa tertahankan, mengejar waktu dan mencoba mencerna hidup memang seperti Cecil the Turtle yang mengejar bugs bunny.



Kamis, 31 Desember 2009

semacam : Selamat Tahu Baru

“Manusia memang aneh !! cenderung gila mungkin. Dan saya adalah satu dari sedikit manusia yang masih waras, saking sedikitnya orang waras seperti saya sehingga kebanyakan orang gila itu menyebut saya yang gila dan mereka yang waras!!”

“Saya tidak gila bung !! kalian lah yang gila !! mana ada orang waras tengah malam meniup-niup terompet, membakar petasan, berdesakan di kemacetan jalan, ada sebagian yang mabuk-mabukan, jingkrak-jingkrakan, ada juga yang saling berciuman di tengah keramaian orang!! Sungguh kalian orang gila yang tidak tahu malu !!”

Senin, 07 Desember 2009

Some : Remembering John Winston Lennon


Imagine

Imagine there's no heaven, it's easy if you try,
No hell below us, above us only sky,
Imagine all the people, living for today.
Imagine there's no countries, it isn't hard to do,
Nothing to kill or die for, and no religion too,
Imagine all the people, living life in peace.
You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one,
I hope someday you'll join us, and the world will be as one.
Imagine no possessions, I wonder if you can,
No need for greed or hunger, a brotherhood of man,
Imagine all the people, sharing all the world.
You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one,
I hope someday you'll join us, and the world will live as one.


9 desember 1980

Tidak ada satu pun orang yang pernah membayangkan ketika pagi itu membuka dan membaca surat kabar dan terpampang sebuah headline “John Lennon shot death”. terkejut, histeris dan menangis !! sebuah era telah berakhir ketika sang legenda tersungkur bersimbah darah setelah 4 buah peluru bersarang ditubuhnya.

Dan John lennon pun meninggal 8 desember 1980 dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Setidaknya itulah cerita yang saya dengar dari ayah saya karena memang saya belum lahir saat itu  Saya mendengar pertama kali cerita itu kurang lebih 10 tahun lalu, ketika saya masih duduk di bangku SMP. sebuah cerita yang membuat penggemar Beatles manapun meneteskan air mata. And that what i did that time, i’ve cried hehehe...

Jumat, 04 Desember 2009

semacam konsensus otak dengan ujung hati

"Sudahhlah !! cukup !!... bosan kan melawan ?? terseret-seret mencoba melawan arus!! sudah bukan saatnya lagi bermimpi.. ikuti saja kenyataan, dan aku akan sejahtera didalamnya!!"

tai !! bunyi itu terus berdengung kencang dikepalaku, aku sudah coba tutupi telingaku pake bantal tetapi tetap lantang terdengar, kuselipkan kapas di lubang telingaku tetap saja dia ada dan berteriak kencang.

pukul 2 pagi, aku masih tidak dapat memejamkan mata!! sama seperti kemarin, kemarinnya lagi atau kemarin kemarinnya lagi. pyuuhh sudah sebulan seperti ini, tidak bisa tertidur walaupun sudah kupejamkan mata, kututupi pake penutup mata, kuhitung foto ribuan domba atau bahkan minum obat tidur !! aku massih tidak bisa tidur.

suara itu, lagi-lagi suara itu !! atau mungkin dia benar !!
akhhh tidak !! tidak ada kebenaran dalam seiap yang dia katakan !! aku harus tetap memegang prinsipku !! aku ingin tetap bermimpi, berjuang demi mimpi !!

Minggu, 29 November 2009

some Catcher In The Rye


hahahaha... yipee yee !! (ketawa2 kaya orang gila saking senengnya)

berbulan-bulan saya mencari buku sayah yang hilang ini yang raib entah kemana. udah nyari di antara tumpukan buku di kamar, di bawah tempat koran, di kamar mandi, dan dibalik keteknya Dian sastro (halah) dan belum ditemukan juga.
Akhirnya hari ini dengan ajaib dan monumentalnya (apaan yakh monumental ??) sayah berhasil menemukan apa yang sayah cari selama ini, sebuah tujuan terpenting hidup sayah (lebay haha), yang ternyata terselip dikolong mesin cuci (aneh!! kenapa bisa sampe situ :?)



"Catcher In the Rye" - dulu banget, pertama kali saya mendengar novel ini setelah membaca artikel "the Killing of John lennon" di sebuah surat kabar online (BBC. UK). apa hubungannya "catcher in the rye" dengan pembunuhan John Lennon ??? si pembunuh Mr. Lennon Mark David Chapman setelah memuntahkan 5 butir peluru ke tubuh Lennon, berjalan ke arah trotoar, menyimpan pistol Revolver yang dia gunakan untuk menembak lennon, membuka jaketnya lalu duduk di pinggir trotoar dan dengan tenangnya membuka dan membaca buku “the catcher in the rye” ini yang di depan sampulnya bertuliskan “to Holden caulfield from Holden caulfield”.

Sabtu, 28 November 2009

Life Is A Learning process


November = hujan.
01.00 malam. Diluar hujan rintik-rintik, menimbulkan kesejukan dalam gemericiknya. Sebungkus rokok mild disisi kanan yang tinggal menyisakan beberapa batang, dan kopi hangat disisi kiri . Aneh memang bagaimana kolaborasi ketiganya bisa menimbulkan suatu perasaan yang nyaman dan damai. I always love rain at night it’s gave me the silence, n’ in the silence I shout.
Dan hampir setiap malam di bulan November kolaborasi ketiganya menjadi suatu rutinitas. Caffeine + nicotine+ begadang + berjam-jam di depan layar computer = lengkap sudah perwujudan hidup yang tidak sehat J.
Seringkali perpaduan 4 tidak sehat 5 sempurna tadi memunculkan banyak sekali lamunan, memang nikmat melamun, berfikir atau bahkan berkhayal diantara kepulan asap rokok dan tegukan kopi.
Sebatang nicotine pertama membawa saya terbang menerawang dunia, mencoba memahami dan menggali makna dari semua hal dalam hidup.
Saya melihat seekor burung kecil diatas sarangnya di antara batang-batang pohon , disuapi sang induk. nampaknya burung kecil itu baru menetas satu atau dua hari yang lalu. Setiap pagi sang induk terbang meninggalkan si anak burung untuk mencari makanan, dan setiap kali si induk berangkat mencari makan si burung kecil selalu mengamati dengan seksama, dan terkadang terlihat mencoba mengepakan sayap kecilnya yang belum tumbuh sempurna, mencoba mengikuti apa yang dilakukan induknya.

Jumat, 20 November 2009

..........................................

" Tiga Butir Kakao membawa minah ke Pengadilan "


Jengah !! mungkin itu perasaan pertama kali ketika mendengar dan membaca kasus "mbok Minah", antara ingin menangis dan merasa tidak berdaya.

maaf, saya tidak bisa menuliskan lagi kata-kata yang tepat tentang hal ini. yang disimbolkan hukum sekarang sebagai seseorang yang membawa timbangan dan matanya tertutup, bukan menandakan hukum tidak pandang bulu, tapi hukum benar-benar tidak bisa melihat.

Kamis, 05 November 2009

Aku Cinta Musik Indonesia !! Musik yang Mana???




sedikit cuplikan pembicaraan di sebuah Warnet

anak Smp : “A' lagunya ganti dong !! dari tadi nyetelnya lagu Bule mulu... Cintai lagu Indonesia atuh A'!! setel lagu indonesia aja !!”

si penjaga Warnet : “iya, sip neng saya ganti lagunya”

si penjaga warnet Pun tak berapa lama mengganti lagunya dengan lagu kecapi suling Sunda

Anak Smp : “Ih si Aa’ mah, gak gaul amat nyetel lagu kayak Gini, malu-maluin gak gaul ih kampungan !! nyetel D’masiv, Cangcuters atau Pee Wee gaskin lah “

Si penjaga Warnet : “katanya pengen lagu Indonesia, ini kan lagu sunda, salah satu bagian dari lagu Indonesia”

Jadi inget Slogan yang lagi musim akhir-akhir ini, “AKU CINTA MUSIK INDONESIA”. Musik Indonesia yang mana??

Saya sempat membuka suatu Grup di Facebook yang namanya juga “Aku Cinta musik Indonesia”, rata-rata di wall atau coment statusnya berisi tentang kecintaan terhadap musik Indonesia, tapi yang lucu adalah apa yang mereka eluk-elukan sebagai musik indonesia adalah Hip-hop berbahas Indonesia, rock n roll berbahasa indonesia, Jazz Berbahasa Indonesia Dll...

Salah satu coment di statusnya kaya Gini

Much Scooter

“gue suka apalagi music hip-hop indo.
rapper anak negri...
hip-hop still and always alive !...

21 October at 10:26 · Report”

Lucu kalau menurut saya, apa yang mereka junjung tinggi sebagai jati Diri bangsa indonesia adalah musik-musik populer ber-genre Hip-hop, Jazz, rock n roll dll yang notabene “root” nya adalah “American music”. Apa yang dilakukan Band seperti Dewa, gigi, D’masiv adalah Modifikasi Musik Rock atau Jazz barat (american) dengan lirik Indonesia. Lantas apakah setelah memasukan lirik berbahasa Indonesia merubah Musik Rock n Roll atau Jazz menjadi Musik iNdonesia ?? tentu tidak kan ??


Apa yang dilakukan Industri musik kita (musisi dll) saat Ini adalah penyerapan Musik-musik barat kedalam bahasa yang dimengerti oleh rata-rata orang Indonesia, tetapi “akar” nya tetap saja dari Blues dan anak-anak-nya (american music).



Ambil saja contoh misalnya seorang warga spanyol belajar gamelan Jawa, dan setelah menguasai kemudian pulang ke negeri asalnya dan menampilkan musik Gamelan dengan lirik Spanyol, lantas apakah musik gamelan tersebut berubah sebutan menjadi Gamelan Spanyol ?? Tidak kan.



musik itu Universal, tidak terkotak-kotakan oleh bangsa dan bahasa, asal musik itu bagus (relative tergantung selera) kita dapat dengan bebas menikmati tanpa adanya larangan identitas kebangsaan.


Dalam konteks “aku cinta musik Indonesia” , yang gua lihat cenderung lucu, orang-orang kebanyakan terpengaruh oleh acara “musik live” di televisi yang kian hari kian banyak.


Rata-rata dari acara “live music TV” itu menampilkan musisi-musisi “industri” Indonesia, yang kebanyakan, maaf asal bunyi dan asal laku dipasar, yang parahnya kian hari makin asal menghasilkan uang.



Gua gak benci musik band atau musisi lokal !! yang gua sayangkan adalah slogan “Cinta Musik Indonesia” hanya digunakan sebagai “Propaganda” penarik massa agar band-band yang mereka (TV) tampilkan makin laku dan rating mereka makin menanjak.



Pause..................



Wualah..... Postingan Gua kali ini koq jadi mengumpat-umpat Tv lagi yakh ??? ^_^



Play .....



Oke ... intinya adalah, musik yang kebanyakan Orang menyebutnya sebagai “musik Indonesia”, sebenarnya “akarnya” adalah american music juga, sementara musik yang memang berakar dari budaya Indonesia seperti “kecapi suling, gamelan dll “ kebanyakan menganggap terlalu kampungan untuk diakui sebagai musik Indonesia, padahal sebenarnya, itulah yang sebenarnya “musik Indonesia”



So..... “ tau ah, gua jadi ngelantur gini hehehe”

Tontonan hari ini : Cicak Vs Buaya ....... besok apa lagi ??

Akhir-akhir ini orang2 lagi rame banget ngomongin CICAK VS BUAYA.
Apa sich Cicak vs Buaya ?? yang pasti mereka sama2 reptile hehe….

Gua ngak akan ngebahas tentang cicak vs Buaya disini… kalo lo belum tau , tinggal nyalain TV aja yang pastinya tiap saat stasiun2 televisi kita gantian membahas kasus adu reptile tersebut.

Yang gua coba angkat disini adalah bagaimana pengaruh media elektronik terhadap masyarakat yang Ruarrrr biasaaa besarnya. Lihat saja bagaimana kasus tersebut yang di “blow up” media secara membabi buta berdampak pada terciptanya potensi “people power” yang mendukung si cicak yang mencoba mengelitik si buaya.

Hebat kan bagaimana kekuatan sebuah media menggiring massa. Itu lah media, sebuah pisau bermata dua, yang terkadang bisa sangat efektif memberikan pencerahan terhadap masyarakat, dan disisi lain bisa dengan sangat “jahatnya” menggiring masyarakat kearah satu kepentingan tertentu.

Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, televisi dan internet adalah senjata yang ampuh untuk media (cuci otak) propaganda. Gua inget pas rame2nya munas Golkar kemaren, bagaimana satu televisi milik salah satu calon ketua Golkar menjelek2kan calon lainya, sementara televisi milik calon lainya lagi menjelek-jelekan balik si calon pertama…. Haahhaha… lucu kan bagaimana televisi digunakan untuk meng-ombang-ambing persepsi masyarakat menuju kepentingan mereka.

Contoh bodoh lain-nya adalah ketika media mem “blow up” masalah pencekalan Miyabi yang akan datang bertandang ke Indonesia. MUI dan beberapa “UStadz layar kaca” rame-rame menolak kedatangan Miyabi dan saling melempar cekalan lewat media massa. Dan dampaknya dari media (tanpa filter) tersebut terhadap masyarakat adalah orang2 jadi mengetahui siapa Miyabi itu. Dari asalnya tidak tahu sama sekali tentang Miyabi menjadi penasaran dan ingin mencari tahu!! Lalu berbondong-bondonglah orang datang ke warnet-warnet sekedar ingin tahu sosok miyabi dan beberapa Film nya yang “asoy geboy”  .

oke lah kalau yang penasaran itu sebatas orang dewasa yang memang (menurut persepsi jaman sekarang) layak dan berhak menonton film-nya Miyabi, yang lebih parah adalah pengaruh terhadap anak2 kecil yang dengan bebas menonton berita2 miyabi dan pada akhirnya ikut2 menyerang warnet karena penasaran terhadap sosok Miyabi.

Intinya yang pasti, hati-hati lah terhadap apa yang lo semua tonton di televise, jaga adek2 lo kala nonton acara2 televisi. Karena sekarang memang televise terlalu sibuk berlomba mengejar rating sehingga mengesampingkan tanggung jawab moral mereka.

Hmhhh…. Oke lah entah ini posting keberapa puluh dari gua yang isinya mengumpat-umpat media elektronik.




Selasa, 06 Oktober 2009

I life the life I love and I love the life I live

So if you see me and think I'm wrong
Don't worry 'bout me just let me go
My sweet life ain't nothing but a thrill
I life the life I love and I love the life I live

Sebagian besar temen-temen gua setelah lulus kuliah sibuk kanan kiri mencari pekerjaan. Rata-rata sih mereka mengejar posisi sebagai pegawai negeri Sipil (PNS) di departemen-departemen pemerintah atau sebagian lainnya berlomba-lomba menjadi pegawai Bank. Katanya sih jadi PNS itu stabil !! punya gajih bulanan yang stabil, kenaikan tiap tahun yang pasti, tunjangan-tunjangan dan jaminan pembagian uang pensiun di hari tua kelak.

Stabilitas ...Penghasilan … tunjangan… = masa depan ???

Penghasilan besar… jabatan … kekuasaan … kekayaan = sukses ???

Rata-rata orang menganggap bahwa orang yang sukses adalah orang yang sudah mapan secara financial atau mempunya jabatan dan kekuasaan. Mmmhhh??

Maaf kalo gua berfikir persepsi seperti terlalu sempit, sukses itu relative, tidak harus dilihat sebatas duit penghasilan dan kekuasaan. Menurut gua sih sukses bagi tiap orang itu berbeda-beda tergantung tujuan hidupnya.

Disaat temen-temen gua berlomba ikutan CPNS gua gak ikut. Disaat temen-temen gua melamar kerja di suatu perusahaan gua gak ikut. Gua gak memilih jalan seperti itu bukan berarti gua masa bodo dengan masa depan gua kan ??

Gua lebih seneng struggle di jalan gua sendiri, tanpa harus masuk kedalam suatu lingkungan dimana hukum hierarkis jabatan atau kekuasaan berlaku. Dimana tiap hari gua harus menerima perintah dari atasan dan bekerja keras apa yang dia suruh padahal dia sendiri ongkang-ongkang kaki di ruangannya yang mewah.

Gua yang gak mau disuruh dan gak mau berada di bawah orang lain secara hierarkis bkan berarti juga gua orang yang inginya langsung jadi penguasa bos dan berada diatas orang-orang dan pengennya cumin nyuruh-nyuruh doang !!

Bagi gua kerja yang nyaman itu kerja yang tanpa hierarkis !! semua sama tanpa ada orang yang lebih tinggi jabatannya atau lebih rendah. Sama rasa sama rata menurut gua lebih baik dari pada orang yang cuman ongkang2 kaki nyuruh2 tapi dapet duit lebih gede dari keringat kita.

Gua lebih baik struggle dulu di jalan gua daripada gua harus menyerah pada perbudakan gaya baru.

Maaf teman-teman !! gua menganggap kalian menyerahkan kebebasan kalian secara sukarela pada perbudakan !! cause.. that what I think !! just what I think

“setiap orang berhak memilih jalannya masing-masing sesuai keyakinanya kan ?? dan gua memilih jalan ini dengan segala konsekuensinya”

“I just wanna be free…. Free to do what I think is right”